Mengapa Ada Reaksi yang Cepat dan Ada yang Lambat?

Pernahkah kamu memperhatikan perbedaan berikut?

Kertas yang dibakar dapat berubah menjadi abu hanya dalam waktu singkat.

Tetapi besi yang terkena udara dan air membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk berubah menjadi karat.

Padahal keduanya sama-sama mengalami reaksi kimia.

Mengapa kecepatannya berbeda?

Salah satu jawabannya berkaitan dengan sebuah konsep penting:

energi aktivasi.

Energi aktivasi membantu kita memahami mengapa sebagian reaksi berlangsung sangat cepat, sementara reaksi lainnya berjalan sangat lambat.

Dan konsep ini juga menjelaskan mengapa:

  • suhu dapat mempercepat reaksi;
  • katalis dapat mempercepat reaksi;
  • tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi.

Apa Itu Energi Aktivasi?

Bayangkan kamu ingin mendorong sebuah bola melewati bukit.

Bola harus memiliki energi yang cukup untuk mencapai puncak bukit.

Jika energinya tidak cukup:

bola naik sedikit โ†’ kemudian kembali turun.

Jika energinya cukup:

bola mencapai puncak โ†’ kemudian dapat bergerak turun ke sisi lainnya.

Dalam reaksi kimia, ada hambatan energi yang harus dilewati sebelum pereaksi dapat berubah menjadi produk.

Energi minimum yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut disebut:

energi aktivasi.

Secara sederhana, energi aktivasi dapat dipandang sebagai "pintu masuk energi" menuju terjadinya reaksi.


โš—๏ธ Tidak Semua Tumbukan Berhasil

Pada artikel sebelumnya tentang teori tumbukan, kita telah membahas bahwa partikel harus bertumbukan agar dapat bereaksi.

Tetapi:

tumbukan saja tidak cukup.

Tumbukan harus memenuhi kondisi tertentu.

Secara sederhana, tumbukan efektif membutuhkan:

  1. energi yang cukup;
  2. orientasi yang sesuai.

Energi aktivasi berkaitan langsung dengan syarat pertama.

Jika energi tumbukan lebih kecil daripada energi aktivasi:

tumbukan tidak menghasilkan reaksi.

Jika energi tumbukan mencapai atau melampaui energi aktivasi:

tumbukan memiliki peluang untuk menghasilkan reaksi.


๐Ÿง  AHA Moment

Sekarang bayangkan ada 1.000 partikel yang saling bertumbukan.

Tidak semuanya mempunyai energi yang sama.

Ada partikel yang bergerak relatif lambat.

Ada yang memiliki energi lebih besar.

Jika energi aktivasi suatu reaksi sangat tinggi, hanya sebagian kecil partikel yang mempunyai energi cukup.

Akibatnya:

sedikit tumbukan efektif โ†’ reaksi lambat.

Sebaliknya, jika energi aktivasi lebih rendah:

lebih banyak partikel mampu melewati hambatan โ†’ lebih banyak tumbukan efektif โ†’ reaksi lebih cepat.

Jadi hubungan dasarnya adalah:

Semakin sulit melewati energi aktivasi, semakin kecil peluang tumbukan efektif dan semakin lambat reaksi.


๐Ÿ”๏ธ Membayangkan Energi Aktivasi sebagai Bukit

Kita dapat menggunakan analogi bukit.

https://images.openai.com/static-rsc-4/DfAT9Yqbb7e7C8Qtabj75ljvpfMOcGcCDRDgqBK8dqB43E2CKOJ3-szH-qG4aoiZ5ypo7k7IU44l0PsmVBVMmpBOUXNBfK2vVQ56lqJqeiMTDx-FCYEEA5M8h5pQHxZD1Dv8Nxl95WGPwmZwTKf18dTdB21J-UhSuyU04bVkBfZQUA68t2b4PiZrUo2KRsqd?purpose=fullsize

Bayangkan dua reaksi.

Reaksi A

Bukitnya tinggi.

Partikel membutuhkan energi besar untuk melewatinya.

โ†’ energi aktivasi tinggi

โ†’ lebih sedikit tumbukan yang berhasil

โ†’ reaksi cenderung lebih lambat.

Reaksi B

Bukitnya lebih rendah.

Partikel lebih mudah melewatinya.

โ†’ energi aktivasi lebih rendah

โ†’ lebih banyak tumbukan berhasil

โ†’ reaksi cenderung lebih cepat.


๐ŸŒก๏ธ Lalu Apa Hubungannya dengan Suhu?

Ini bagian yang sangat menarik.

Ketika suhu dinaikkan, partikel-partikel dalam sistem memiliki energi kinetik yang lebih besar secara rata-rata.

Akibatnya, jumlah partikel yang memiliki energi cukup untuk melewati energi aktivasi meningkat.

Jadi:

suhu naik

โ†“

lebih banyak partikel memiliki energi yang cukup

โ†“

lebih banyak tumbukan dapat melewati energi aktivasi

โ†“

jumlah tumbukan efektif meningkat

โ†“

laju reaksi meningkat.

Perhatikan:

suhu tidak menurunkan energi aktivasi.

Suhu mengubah distribusi energi partikel.

Ini berbeda dengan katalis.


โšก Suhu dan Katalis Bekerja dengan Cara Berbeda

Keduanya dapat mempercepat reaksi, tetapi mekanismenya berbeda.

Ketika suhu dinaikkan

Partikel mendapatkan distribusi energi yang lebih tinggi.

Sehingga lebih banyak partikel mampu melewati energi aktivasi.

Ketika katalis ditambahkan

Tersedia jalur reaksi alternatif dengan energi aktivasi lebih rendah.

Sehingga lebih banyak partikel memiliki energi yang cukup untuk melewati hambatan tersebut.

Kita dapat merangkumnya:

Perlakuan Apa yang berubah?
Suhu dinaikkan Distribusi energi partikel
Katalis ditambahkan Jalur reaksi dan energi aktivasi
Konsentrasi dinaikkan Jumlah partikel per volume
Luas permukaan diperbesar Area kontak antarpereaksi

Semua akhirnya berpengaruh terhadap peluang terjadinya tumbukan efektif.


๐Ÿ”ฅ Mengapa Kayu Tidak Langsung Terbakar?

Ini contoh yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kayu dapat terbakar.

Secara keseluruhan reaksi pembakaran menghasilkan energi.

Tetapi mengapa kayu tidak langsung terbakar hanya karena berada di udara?

Karena reaksi membutuhkan energi aktivasi.

Ketika kita menyalakan korek api:

api memberikan energi awal

โ†“

molekul memperoleh energi yang cukup

โ†“

reaksi pembakaran mulai berlangsung.

Setelah reaksi berlangsung, pembakaran menghasilkan energi yang dapat membantu mempertahankan proses.

Jadi energi aktivasi menjelaskan mengapa bahan yang sebenarnya dapat terbakar tidak selalu terbakar secara spontan pada kondisi biasa.


๐Ÿ•ฏ๏ธ Bagaimana dengan Lilin?

Lilin juga memberikan contoh menarik.

Lilin memiliki bahan yang dapat mengalami pembakaran.

Tetapi lilin tidak terbakar hanya karena berada di ruangan.

Ketika sumbu dinyalakan:

panas dari api

โ†’ membantu melelehkan dan menguapkan sebagian lilin;

โ†’ molekul bahan bakar bertemu oksigen;

โ†’ kondisi untuk reaksi tercapai;

โ†’ pembakaran berlangsung.

Jadi api awal berperan memberikan energi untuk melewati hambatan awal reaksi.


๐Ÿงช Mengapa Ada Reaksi yang Tetap Lambat Meskipun Menghasilkan Energi?

Ini juga sering membingungkan siswa.

Misalnya sebuah reaksi secara keseluruhan menghasilkan energi.

Siswa mungkin berpikir:

"Kalau reaksinya menghasilkan energi, seharusnya reaksinya langsung berlangsung cepat."

Tidak selalu.

Perubahan energi keseluruhan reaksi dan energi aktivasi adalah dua konsep berbeda.

Sebuah reaksi dapat:

  • menghasilkan energi secara keseluruhan;
  • tetapi tetap memiliki energi aktivasi yang cukup tinggi.

Bayangkan sebuah bola berada di tempat yang lebih tinggi di sisi lain bukit.

Walaupun akhirnya bola dapat turun dan menghasilkan energi, bola tetap harus melewati bukit terlebih dahulu.

Jadi:

arah perubahan energi dan besar energi aktivasi bukan hal yang sama.


๐Ÿ”ฌ Energi Aktivasi Tidak Sama dengan Energi Reaksi

Ini penting untuk dibedakan.

Energi aktivasi

Energi minimum untuk mencapai keadaan transisi dari jalur reaksi.

Perubahan energi reaksi

Perbedaan energi antara pereaksi dan produk.

Keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.

Energi aktivasi:

Seberapa tinggi hambatan yang harus dilewati?

Perubahan energi reaksi:

Seberapa berbeda energi pereaksi dan produk?

Karena itu reaksi yang eksoterm tidak otomatis memiliki energi aktivasi rendah.


๐Ÿ“‰ Mengapa Katalis Menurunkan Energi Aktivasi?

Sekarang kita hubungkan dengan artikel sebelumnya.

Katalis menyediakan mekanisme alternatif.

Misalnya reaksi tanpa katalis memiliki satu tahapan dengan hambatan tinggi.

Dengan katalis, reaksi dapat berlangsung melalui beberapa tahap yang masing-masing memiliki hambatan lebih rendah.

Secara sederhana:

tanpa katalis

A โ†’ bukit tinggi โ†’ B

sedangkan:

dengan katalis

A โ†’ bukit lebih rendah โ†’ zat antara โ†’ bukit lebih rendah โ†’ B

Katalis tidak mengubah titik awal dan titik akhir secara keseluruhan.

Ia mengubah jalan yang ditempuh.


๐Ÿ”„ Mengapa Katalis Tidak Mengubah Kesetimbangan?

Ini juga dapat kita pahami dari energi aktivasi.

Pada reaksi bolak-balik:

A โ‡Œ B

katalis menyediakan jalur yang lebih mudah untuk reaksi maju.

Tetapi jalur tersebut juga membantu reaksi balik.

Akibatnya:

reaksi maju menjadi lebih cepat

dan

reaksi balik juga menjadi lebih cepat.

Sistem akhirnya tetap mencapai kesetimbangan pada posisi yang sama.

Yang berubah adalah:

seberapa cepat kesetimbangan dicapai.


๐Ÿงฌ Bagaimana Enzim Berhubungan dengan Energi Aktivasi?

Enzim adalah katalis biologis.

Salah satu fungsi utama enzim adalah menyediakan lingkungan atau mekanisme yang membuat energi aktivasi reaksi menjadi lebih rendah.

Bayangkan sebuah reaksi biologis yang secara alami terlalu lambat untuk mendukung kehidupan.

Enzim membantu menyediakan jalur yang lebih mudah.

Akibatnya, reaksi dapat berlangsung cukup cepat pada kondisi biologis.

Ini sangat penting karena tubuh manusia tidak dapat menjalankan sebagian besar proses biologis pada suhu dan tekanan ekstrem hanya untuk mempercepat reaksi.

Enzim memungkinkan banyak reaksi berlangsung secara efisien pada kondisi yang relatif lembut.


๐Ÿ“Š Hubungan Energi Aktivasi dan Laju Reaksi

Sekarang kita dapat menyusun hubungan konseptualnya.

Energi aktivasi tinggi

โ†’ lebih sedikit partikel mampu melewatinya

โ†’ lebih sedikit tumbukan efektif

โ†’ laju reaksi cenderung lebih rendah.

Sedangkan:

Energi aktivasi rendah

โ†’ lebih banyak partikel mampu melewatinya

โ†’ lebih banyak tumbukan efektif

โ†’ laju reaksi cenderung lebih tinggi.

Tetapi ada satu catatan penting:

Energi aktivasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan laju reaksi.

Konsentrasi, suhu, orientasi tumbukan, mekanisme reaksi, dan faktor lainnya juga berpengaruh.


๐ŸŒก๏ธ Mengapa Pengaruh Suhu Bisa Sangat Besar?

Ada alasan yang menarik.

Ketika suhu meningkat, distribusi energi partikel berubah.

Bukan berarti semua partikel tiba-tiba memiliki energi yang sama-sama lebih besar.

Sebaliknya, distribusi energi bergeser sehingga fraksi partikel berenergi tinggi meningkat.

Karena itu peningkatan suhu yang relatif kecil dapat menghasilkan peningkatan jumlah tumbukan yang mampu melewati energi aktivasi.

Inilah salah satu alasan mengapa laju reaksi dapat meningkat cukup signifikan ketika suhu dinaikkan.


๐Ÿง  AHA Moment Kedua

Coba bayangkan ada dua kelompok siswa yang harus melewati pagar.

Pagar pertama

Tingginya 1 meter.

Pagar kedua

Tingginya 2 meter.

Jika kemampuan melompat siswa berbeda-beda:

pagar 1 meter akan dapat dilewati lebih banyak siswa.

Pagar 2 meter hanya dapat dilewati sebagian kecil siswa.

Sekarang jangan ubah pagarnya.

Naikkan kemampuan siswa.

Lebih banyak siswa akan dapat melewati pagar.

Inilah analogi sederhana:

katalis โ†’ menurunkan tinggi pagar

kenaikan suhu โ†’ meningkatkan jumlah partikel yang mampu melewati pagar.


๐Ÿงช Coba Pikirkan

Ada dua reaksi pada suhu yang sama.

Reaksi A: memiliki energi aktivasi rendah.

Reaksi B: memiliki energi aktivasi tinggi.

Keduanya memiliki konsentrasi pereaksi yang sama.

Menurutmu, mana yang cenderung berlangsung lebih cepat?

Reaksi A.

Mengapa?

Karena pada suhu yang sama, lebih banyak partikel memiliki energi yang cukup untuk mencapai keadaan yang diperlukan dalam reaksi A.

Sekarang pertanyaannya:

Apa yang terjadi jika suhu keduanya dinaikkan dengan jumlah yang sama?

Keduanya akan cenderung semakin cepat.

Tetapi peningkatan laju dapat berbeda karena masing-masing memiliki energi aktivasi yang berbeda.


๐Ÿ“Œ Satu Konsep yang Menyatukan Semuanya

Kita sudah membahas beberapa faktor laju reaksi:

Konsentrasi

โ†’ memperbesar peluang partikel bertemu.

Luas permukaan

โ†’ memperbesar area kontak.

Suhu

โ†’ meningkatkan fraksi partikel yang memiliki energi cukup.

Katalis

โ†’ menyediakan jalur dengan energi aktivasi lebih rendah.

Semuanya dapat kita hubungkan dengan satu pertanyaan:

Seberapa besar peluang terjadinya tumbukan efektif?

Dan energi aktivasi memberi kita gambaran tentang hambatan energi yang harus dilewati agar tumbukan dapat menghasilkan reaksi.


โ“ FAQ

1. Apa itu energi aktivasi?

Energi aktivasi adalah energi minimum yang diperlukan agar pereaksi dapat mencapai keadaan transisi dan memungkinkan reaksi berlangsung.

2. Apakah energi aktivasi sama dengan energi reaksi?

Tidak. Energi aktivasi adalah hambatan menuju reaksi, sedangkan perubahan energi reaksi adalah perbedaan energi antara keadaan awal dan akhir.

3. Apakah energi aktivasi tinggi berarti reaksi pasti lambat?

Secara umum, energi aktivasi yang lebih tinggi menyebabkan fraksi partikel yang mampu bereaksi menjadi lebih kecil pada kondisi yang sama. Namun laju reaksi juga dipengaruhi faktor lain.

4. Apakah kenaikan suhu menurunkan energi aktivasi?

Tidak. Suhu mengubah distribusi energi partikel. Energi aktivasi suatu jalur reaksi tetap sama jika mekanismenya tidak berubah.

5. Apakah katalis menurunkan energi semua partikel?

Tidak. Katalis menyediakan jalur reaksi alternatif dengan energi aktivasi lebih rendah.

6. Apakah reaksi eksoterm selalu memiliki energi aktivasi rendah?

Tidak. Reaksi eksoterm tetap dapat memiliki energi aktivasi yang tinggi.

7. Mengapa enzim dapat mempercepat reaksi?

Enzim bertindak sebagai katalis biologis yang menyediakan mekanisme atau lingkungan reaksi dengan energi aktivasi efektif yang lebih rendah.


๐Ÿ”ฌ Kesimpulan

Energi aktivasi adalah salah satu kunci untuk memahami mengapa reaksi kimia berlangsung dengan kecepatan yang berbeda.

Jika energi aktivasi menjadi hambatan yang tinggi:

lebih sedikit partikel mampu melewatinya

โ†’ lebih sedikit tumbukan efektif

โ†’ reaksi cenderung lebih lambat.

Jika energi aktivasi lebih rendah:

lebih banyak partikel mampu melewatinya

โ†’ lebih banyak tumbukan efektif

โ†’ reaksi cenderung lebih cepat.

Suhu dan katalis kemudian bekerja dengan cara yang berbeda:

Suhu meningkatkan jumlah partikel yang memiliki energi cukup, sedangkan katalis menyediakan jalur reaksi dengan energi aktivasi lebih rendah.

Jadi, ketika kita bertanya:

"Mengapa reaksi ini berlangsung cepat?"

salah satu pertanyaan pertama yang dapat kita ajukan adalah:

"Seberapa besar hambatan energi yang harus dilewati partikel agar dapat bereaksi?"

Itulah peran penting energi aktivasi dalam memahami laju reaksi.


๐Ÿ”— Artikel Terkait

Sebelumnya

  • Mengapa Kita Perlu Mempelajari Laju Reaksi?
  • Bagaimana Ilmuwan Menentukan Cepat atau Lambatnya Reaksi?
  • Mengapa Reaksi Bisa Berlangsung? Mengenal Teori Tumbukan
  • Mengapa Suhu Membuat Reaksi Lebih Cepat?
  • Mengapa Serbuk Bereaksi Lebih Cepat daripada Bongkahan?
  • Mengapa Larutan yang Pekat Bereaksi Lebih Cepat?
  • Mengapa Katalis Bisa Mempercepat Reaksi?
  • Mengapa Katalis Tidak Habis Bereaksi?

Berikutnya

  • Mengapa Laju Reaksi Lama-Kelamaan Menurun?
  • Bagaimana Menentukan Orde Reaksi?
  • Apa Arti Persamaan Laju Reaksi?
  • Mengapa Persamaan Laju Reaksi Berbeda untuk Setiap Reaksi?

๐Ÿ“š Daftar Pustaka

  1. Brown, T. L., LeMay, H. E., Bursten, B. E., Murphy, C. J., Woodward, P. M., & Stoltzfus, M. W. Chemistry: The Central Science. Pearson.
  2. Chang, R., & Goldsby, K. A. Chemistry. McGraw-Hill Education.
  3. OpenStax. Chemistry 2e. Rice University.
  4. Atkins, P., Jones, L., & Laverman, L. Chemical Principles: The Quest for Insight. W. H. Freeman.
  5. Petrucci, R. H., Herring, F. G., Madura, J. D., & Bissonnette, C. General Chemistry: Principles and Modern Applications. Pearson.